Archive for Art Deco

ART DECO

ART DECO
Berawal dari pameran yang berjudul Paris expodition des Art Decoratifs es industries pada tahun 1925 di Perancis, didapatkan nama ART DECO. Art Deco pada awalnya muncul dan berkembang di Perancis di antara dua perang dunia pada tahun 1920-an, mengantisipasi perkembangan teknologi. Kehebatan mesin dan dunia transportasi seperti pesawat terbang dan kapal laut menjadi inspirasi dan pendukung berkembangnya gaya ini. Di Amerika gaya Art Deco juga menghasilkan pendekatan baru dalam desain untuk kendaraan transportasi yaitu, munculnya ornamen-ornamen dekoratif yang memanfaatkan unsur-unsur garis hias yang mengesankan gerak dan kecepatan. Jaman Art Deco sangat terkenal dengan mobil, kapal laut dan pesawat terbang yang dianggap sebagai simbil modernitas.
Gaya Art Deco banyak dimanfaatkan dalam arsitektur, desain grafis, desain otomotif, desain furnitur, desain produk. Gaya Art Deco ini disebut juga gaya Moderne atau Modernistik yaitu perpaduan antara bentuk baru yang disederhanakan dengan kecenderungan dekoratif lama. Desain Art Deco banyak menggunakan bahan-bahan mahal dan sedikit ornamen hias. Ornamen yang digunakan lebih beraturan dan banyak menggunakan garis-garis lurus atau persegi (rectilinear).
Art Deco adalah kecenderungan visual yang murni gaya, tanpa ideologi apapun. Gaya Art Deco menyebar di berbagai negara Eropa. Perancis sebagai pusat Art Deco telah memiliki sekolah seni dekoratif The Martine School sejak tahun 1911. Walaupun pada saat itu modernisme yang mengutamakan fungsionalisme dalam desain sedang berkembang, namun kelas menengah yang mampu tetap memiliki kecenderungan estetis pada gaya dekoratif.
Tokoh Art Deco yang terkenal, terutama di Perancis adalah AM Cassandre, Jean Carlu. Desain Art Deco banyak menggunakan gradasi warna yang halus serta warna yang mengesankan efek kilauan atau lengkungan logam. Tidak seluruh gaya Art Deco dapat disebut mewah, karena gaya Art Deco untuk arsitektur Amerika justru dapat menekan biaya produksi. Di Amerika, Art Deco banyak digunakan sehingga seringkali disebut “gaya Odeon”.
Art Deco mencoba tampil di tengah-tengah jaman modernisme dengan memanfaatkan ornamen hias. Art Deco banyak digunakan untuk menampilkan kesan futuristik. Art Deco mementingkan kebebasan, anarkis dan suasana karnaval. Sebuah buku berjudul “Mise en Page” (1929) karya pedesain Art Deco Perancis A. Tollmer menjelaskan:
“…lay-out harus bebas dari segala aturan. Untuk mendapatkan kombinasi yang paling bervariasi, menjadi sangat perlu untuk membuang susunan yang setia pada sumbu vertikal-horisontal. Dapatkan komposisi miring (oblique) atau lengkungan. Inilah teknik moderen untuk periklanan moderen.”

Art Deco Lahir di Paris 1925 pada sebuah pameran International Exposition des Arts Decoratifs. Pada pameran itu, ada dua pavilion yang lain dari peserta lainnya pada masa itu. Sampai-sampai ada pengunjung membuat lelucon bahwa kedua pavilion itu terbuat dari kotak-kotak peti kemas. Dengan style yang sangat kaku, geometrik, konstrukstif tipikal Rusia dan satu pavilion kecil sebuah majalah seni, L’Esprit Nouveau New Spirit), yang di desain oleh dua orang sepupu CharlesEdouard dan Pierre jeanneret yang dikenal sebagai Le Corbusier.

Style ini adalah gaya yang berkembang karena kejenuhan masyarakat akan art nouveau yang dianggap terlalu dekoratif. Sebagian besar format art deco adalah bentuk geometris yang lebih jazzy/stylish dan seringkali terinspirasi dari dunia Afrika, dengan kayu-kayu tropis, menggunakan motif inlays, zebra dan leopard.

Check out my Slide Show!